Jumat, 15 Agustus 2008

Global warminggggg

“Nobody believes a weather prediction twelve hours ahead. Now we’re being asked to believe a prediction that goes out 100 years into the future?” Michael Crichton

ImageSudah banyak tulisan tentang pelestarian lingkungan, solusi yang ramah lingkungan dan cara berpikir serta tips untuk terus mengurangi polusi di sekitar kita. Mungkin banyak yang berpikir bahwa kita sedang memerangi pemanasan global / global warming yang sedang hangat terus diperbincangkan. Al Gore juga terus mengutarakan hal yang sama. Memang banyak orang yang akhirnya merubah diri karena berpikir untuk mengurangi pemanasan global. Tetapi ternyata banyak hal yang disebutkan oleh Al Gore dalam filmnya “The Inconvenient Truth” yang ternyata setelah diteliti lebih lanjut tidak relevan pada fakta yang ada.

Pada intinya, bukan terus kita lalu tidak peduli pada lingkungan, tetapi gak usah mikir jauh sampai pemanasan global. Yang kita perlukan adalah perubahan kecil yang dapat kita lakukan di lingkungan kita karena mencintai lingkungan itu akan sangat bermanfaat pada keluarga kita, kesehatan kita, serta penghematan uang juga. Jadi manfaat untuk pribadi kita lebih banyak seperti menanam pohon, akhirnya rumah jadi lebih sejuk, oksigen lebih banyak, udara lebih bersih, dan kalau ada buahnya bisa panen juga. Jadi dari artikel ini bukan lalu ingin mengurangi rasa kecintaan lingkungan kita, tetapi melihat perpektif yang lain untuk pemanasan global yang digemborkan itu.

Semua ini dituliskan oleh Mary Ellen Tiffany Gilder dalam Thesisnya “The Gospel According to Gore.”

Ada beberapa fakta menarik yang diutarakan oleh Mary dalam tesisnya.

Danau Chad yang menurut film Al Gore sudah kering akibat global warming ternyata memang sebuah danau yang sangat dangkal dengan batas terdalam 7 meter dimana sekarang yang terdalam hanya 1,5-4,5 meter. Kekeringannya terjadi karena banyaknya air yang tersedot oleh irigasi dan pemakaian manusia yang populasinya terus bertambah.

Gunung es Kilimanjaro yang esnya sudah semakin tipis ternyata sudah terjadi sejak tahun 1880, dan tidak ada hubungan pada CO2 dan kenaikan termperatur.

CO2 ternyata tidak menyebabkan termperatur naik. Tetapi temperatur yang menyebabkan CO2 naik.

Dan lainnya yang menarik untuk dibaca.

Kesimpulannya, banyak hal yang diungkapkan terlalu berlebihan sehingga orang pun ketakutan akan pemanasan global yang sebenarnya masih jauh kedepan.

Tetapi, bukan berarti kita lalu bermanja diri dan tidak peduli lingkungan. Lingkungan tetap harus bersih seperti rumah, selokan dan kali karena bisa membantu menanggulangi banjir. Pohon ditanam untuk kesejukan, obat, buah dan oksigennya dimana hal ini pasti membantu temperatur lingkungan kita, walaupun tidak secara global. Jelas rumah yang gersang dan penuh pohon akan berbeda.

Jadi, kita harus terus meneruskan usaha kita dalam melestarikan lingkungan kita. Mulai dari yang kecil saja, tidak usah mikir yang terlalu muluk.

global2a.gif


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

koment di sina yaaaaa mas mbaaak